Jumat, 20 April 2012

KARBOHIDRAT


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Biokimia dengan judul “KARBOHIDRAT” yang disusun oleh :
Nama                     : ABDI KURNIAWAN
Nim                       : 101414007
Kelas                     : B
Kelompok             : IV
Telah diperiksa dan dikonsultasikan oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.

Makassar,   Desember 2011
      Koordinator asisten                                                                      Asisten




     Djumarirmanto S.Pd                                                       Yusnaini  Yusuf S.si
                                                                                                 
                                             
 Mengetahui
    Dosen penanggung jawab




Prof.Dr.Ir. Hj. Yusminah Hala, MS
NIP/NIK         :   19611212 198601 2 002
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sebagai makhluk hidup dalam melakukan aktifitas sehari-hari kita memerlukan energy tak ada aktivitas tanpa menngunakan energy. Tanpa energy kita tidak dapat melakukan aktivitas contohnya saja bekerja maaupun belajar yang hanya duduk ditempat. Walaupun belajar hanya duduk ditempat namun pada kenyataannya memerlukan banyak energi. Salah satu penghasil energi terbesar dalam tubuh yaitu karbohidrat. Karbohidrat adalah makanan pokok yang kita konsumsi sehari-hari misalnya nasi, jagung, pati dan lain sebagainya.
 Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil enersi, dimana setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan enersi lebih besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari sebagai bahan makanan pokok, terutama pada negara sedang berkembang. Di negara sedang berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang tersebar luas di alam. Dalam tumbuhan, glukosa disentesis dari karbondioksida serta air melalui fotosintesis dan disimpan sebagai pati atau diubah menjadi selulosa yang merupakan kerangka tumbuhan. Hewan dapat mensintesis sebagian karbohidrat dari lemak dan protein, tetapi jumlah terbesar karbohidrat dalam jaringan hewan berasal dari tumbuhan. Manusia membutuhakan karbohidrat dalam jumlah tertentu setiap harinya.  Walaupun tubuh tidak membutuhkan dalam jumlah yang khusus tetapi, kekurangan karbohidrat dalam tubuh akan menimbulkan masalah yang sangat besar. Dalam sehari kita memerlukan 2 gram karbohidrat per kilo gram berat badan untuk mencegah terjadinya ketosis.
Demi memenuhi kebutuhan dalam tubuh kita perlu makanan baik makanan dari hewan maupun makanan dari tumbuhan. Untuk mengetahui lebih lanjut karbohidrat-karbohidrat dalam bentuk apa saja yang ada dalam makanan kita sehari dan jenis karbohidrat apa saja yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Maka dianggap perlu untuk melakukan praktikum ini.
B.       Tujuan
Mengetahui fungsi-fungsi dari setiap percobaan  atau uji yang akan dilakukan.
1.    Uji molisch, untuk menentukan karbohidrat secara umum,
2.    Uji benedict, untuk menentukan gugus aldehid dan keton dalam karbohidrat.
3.    Uji barfoed,untuk mengidentifikasi antara monoskarida, disakarida, dan polisakarida.
4.    Uji selliwanof, untuk menentukan karbohidrat jenis ketosa.
5.    Mengetahui fungsi Uji fermentasi
6.    Mengetahui fungsi Uji osazon.
7.    Mengetahui fungsi Uji Uji iod.
8.    Mengetahui fungsi Uji Hidrolisis amilum .
9.    Mengetahui fungsi Uji Hidrolisis selulosa.
C.      Manfaat
Mahasiswa mampu dan bisa mengetahui bahan makanan yang mengandung karbohidrat.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada umumnya unsur Hidrogen clan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai. Pada proses fotosintesis, klorofil pada tumbuh-tumbuhan akan menyerap dan menggunakan enersi matahari untuk membentuk karbohidrat dengan bahan utama CO2 dari udara dan air (H2O) yang berasal dari tanah. Enersi kimia yang terbentuk akan disimpan di dalam daun, batang, umbi, buah dan biji-bijian (Poedijaji, 2009)..
Menurut (Hutugalung, 2004) Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan:
1.    Monosakarida
Karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar), oleh karena tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida larut di dalam air dan rasanya manis, sehingga secara umum disebut juga gula. Penamaan kimianya selalu berakhiran -osa. Dalam Ilmu Gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu, glukosa, fruktosa dan galaktosa.


2.      Disakarida
Merupakan gabungan antara 2 (dua) monosakarida, pada bahan makanan disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa dan laktosa.
3.      Polisakarida
Merupakan senyawa karbohidrat kompleks, dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun membentuk rantai lurus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis), tidak seperti monosakarida dan disakarida. Di dalam Ilmu Gizi ada 3 (tiga) jenis yang ada hubungannya yaitu amilum, dekstrin, glikogen dan selulosa.
Merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilumjuga mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dalam bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya.
Sumber: umbi-umbian,serealia dan biji-bijian merupakan sumber amilum yang berlimpah ruah oleh karena mudah didapat untuk di konsumsi. Jagung, beras dan gandum kandungan amilurnnya lebih dari 70%, sedangkan pada kacang-kacangan sekitar 40%.
Terdapat dua jenis monosakarida sederhana yaitu, senyawa polihidroksilik yang mengandung gugus fungsi karbonil. Aldosa yang mengandung gugus aldehid dan ketosa yang mengandung gugus keton. Monosakarida sederhana juga dapat digolongkan menurut jumlah atom yang didukungnya yakni triosa, tetrosa, pentose, heksosa dan lain-lain. Masing-masing mengandung tiga, empat, lima atau enam atom karbon. Kedua system penggolongan tersebut dapaat digabungkan (Khucel, 2006).
Menurut Murray (1999), karbohidrat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.    Monosakarida merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi.
2.    Disakarida menghasilkan dua monosakarida yang sama atau berbeda kalau dihidrolisis.
3.    Oligosakarida menghasilkan dua hingga sepuluh unit monosakarida pada hidrolisis.
4.    Polisakarida menghasilkan lebih dari sepuluh mlekul monosakarida pada hidrolisis.
Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai dialam, terutamasebagai penyusun utama jaringan tumbuh-tumbuhan. Nama lain karbohidart adalah sakarida. Senyawa karbohidrat dalam polihidroksi aldehid dan polihidroksi keton yang mengandung unsur-unsur (Yazid, 2006). 
Sebagian besar zat-zat organik alam adalah golongan karbohidrat bila ditinjau dari strukturnya, karbohidrat merupakan derivate aldehid dan keton dari alcohol polihidris atau senyawa turunannya sebagai hidrolisa. Contohnya pati dan gula yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Pectin, sellulosa dan hemisellulosa merupakan bahan bakuu pembentuk organ tumbuh-tumbuhan yang sama diperoleh dari hasil fotosintesis (Hala dan Hartono, 2011). 













BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.      Waktu  dan Tempat
Hari / tanggal       : Kamis 15 Desember 2011
Waktu                  : Pukul 11.00 s.d 01.50 WITA
Tempat                 : Laboratorium Biologi lantai II sebelah Barat FMIPA UNM
B.       Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Tabung reaksi 7 buah
b.      Pipet tetes 7 buah
c.       Rak tabung reaksi
d.      Bunsen
e.       Gelas ukur 10 mL
f.       Kaki tiga
g.      Batang pengaduk
2.      Bahan
a.       Amilum
b.      Sukrosa
c.       Fruktosa
d.      Laktosa
e.       Maltose
f.       Glukosa
g.      Larutan NaOH
h.      Larutan α-naftol
i.        Reagen benedict
j.        Reagen berfoed
k.      Reagen schiliwanof
C.      Prosedur Kerja
1.      Percobaan Peragian
a.       Menyediakan 7 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan 1 mL sampel kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan 3 tetes ragi.
d.      Didiamkan selama 40 menit.
e.       Mengamati ada tidaknya gelembung.
2.      Percobaan Iod
a.       Menyediakan 7 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan setiap sampel kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan reagen iod kemudian dipanaskan.
d.      Mengamati perubahan yang terjadi.
e.       Menambahkan NaOH.
f.       Mengamati kembali perubahan warna.
3.      Percobaan Benedict
a.       Menyediakan 7 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan setiap sampel kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan reagen benedict.
d.      Mengamati perubahan yang terjadi.
4.      Percobaan Barfoed
a.       Menyediakan 6 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan setiap sampel kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan reagen barfoed.
d.      Memanaskan larutan dan mengamati perubahan warna.
e.       Menambahkan asam fosfomolibdat.
f.       Mengamati perubahan warna.


5.      Percobaan Mollisch
a.       Menyediakan 7 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan setiap sampel (laktosa, maltosa, sukrosa, fruktosa, galaktosa, glukosa, amilum) kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan larutan α-naftol 10%.
d.      Mengamati perubahan warna yang terjadi.
e.       Menambahkan larutan H2SO4.
f.       Mengamati kembali perubahan warna yang terjadi.
6.      Percobaan Seliwanoff
a.    Menyediakan 7 buah tabung reaksi.
b.    Memasukkan setiap sampel (fruktosa, glukosa, galaktosa, maltosa, laktosa, fruktosa, sukrosa dan agar-agar) kedalam tabung reaksi.
c.    Menambahkan reagen seliwanoff.
d.   Mengamati perubahan warna yang terjadi.
7.      Percobaan  Hidrolisis Selulosa
a.       Menyediakan 1 buah tabung reaksi.
b.      Menyiapkan potongan-potongan kecil kertas saring.
c.       Menambahkan larutan H2SO4 kemudian dipanaskan.
d.      Menambahkan air.
e.       Mendiamkan selama 1 jam.
f.       Menambahkan benedict.
g.      Mengamati perubahan warna yang terjadi.
8.      Percobaan Hidrolisis Amilum
a.       Menyediakan 1 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan agar-agar kedalam tabung reaksi.
c.       Dipanaskan kemudian menambahkan iodium.
d.      Mengamati perubahan warna.
9.      Percobaan Uji Ozason
a.       Menyediakan 3 buah tabung reaksi.
b.      Memasukkan setiap sampel (glukosa, fruktosa dan agar-agar) kedalam tabung reaksi.
c.       Menambahkan fenilhidrazin.
Memanaskan larutan kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi
























BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.      Hasil Pengamatan
1.      Percobaan peragian
No
Sampel (1 mL)
Reagen (3 tetes)
Waktu
Gelembung
1
Sukrosa
Ragi
40 menit
Ada
2
Fruktosa
Ragi
40 menit
Ada
3
Maltosa
Ragi
40 menit
Ada
4
Laktosa
Ragi
40 menit
Ada
5
Galaktosa
Ragi
40 menit
Ada
6
Glukosa
Ragi
40 menit
Ada
7
Amilum
Ragi
40 menit
Ada
2.      Percobaan benedict
No
Sampel
Reagen
Perubahan Warna
1
Amilum (kuning keemasan)
Benedict (Biru)
Biru
2
Fruktosa (Bening)
Benedict (Biru)
Merah
3
Glukosa (Bening)
Benedict (Biru)
Merah
4
Galaktosa (Bening)
Benedict (Biru)
Merah
5
Maltosa (Bening)
Benedict (Biru)
Merah
6
Laktosa (Bening)
Benedict (Biru)
Merah
7
Sukrosa (Bening)
Benedict (Biru)
Biru



3.      Percobaan Seliwanoff
No
Sampel
Reagen
Perubahan Warna
1
Fruktosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
2
Glukosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
3
Galaktosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
4
Maltosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
5
Laktosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
6
Sukrosa (Bening)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
7
Agar-Agar (kuning-kunig)
Seliwanoff (Kuning Bening)
Kuning
4.      Percobaan Mollisch
No
Sampel
Larutan yang ditambahkan
Warna
1
Laktosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Merah
2
Maltosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Merah
3
Sukrosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Ungu
4
Fruktosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Ungu
5
Galaktosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Merah
6
Glukosa
α-naftol 10% dan H2SO4
Merah
7
Amilum
α-naftol 10% dan H2SO4
Merah






5.      Percobaan Barfoed
No
Sampel
Reagen
Larutan yg ditambahkan
Warna
1
Sukrosa
Barfoed
As. fosfomoblidat
Hijau
2
Maltosa
Barfoed
As. Fosfomoblidat
Hijau
3
Laktosa
Barfoed
As. Fosfomoblidat
Hijau
4
Glukosa
Barfoed
As. Fosfomoblidat
Hijau
5
Fruktosa
Barfoed
As. Fosfomoblidat
Hijau
6
Galaktosa
Barfoed
As. fosfomoblidat
Hijau
6.      Percobaan Osazon
No
Sampel
Larutan Yg Ditambahkan
Endapan
1
Glukosa
Fenilhidrazin
Tidak Ada Endapan
2
Fruktosa
Fenilhidrazin
Tidak Ada Endapan
3
Agar-Agar
Fenilhidrazin
Ada endapan
7.      Percobaan Iod
No
Sampel
Reagen
Larutan Yg Ditambahkan
Warna
1
Glukosa
Iod
NaOH
Hijau Bening
2
Maltosa
Iod
NaOH
Hijau Kekuningan
3
Sukrosa
Iod
NaOH
Hijau Kekuningan
4
Laktosa
Iod
NaOH
Bening
5
Galaktosa
Iod
NaOH
Kuning Jernih
6
Fruktosa
Iod
NaOH
Hijau Kekuningan
7
Agar-Agar
Iod
NaOH
Bening
8.      Percobaan Hidrolisis Selulosa
No
Sampel
Larutan Yg Ditambahkan
Warna
1
Potongan Kertas Saring
H2SO4, Air dan Benedict
Biru Muda
9.      Percobaan Hidrolisis Amilum
No
Sampel
Larutan Yg Ditambahkan
Warna
1
Agar-Agar
HCl 1 N dan Iod
Kuning Orange

B.       Pembahasan
1.    Uji peragian
                        Uji peragian atau fermentasi di dapatkan hasil bahwa pada sampel sukrosa, fruktosa, maltose, laktosa, galaktosa, glukosa dan amilumyang di tambahkan ragi tiga tetes dalam waktu 40 menit terdapat endapan namun yang seharusnya terjadi  pada uji fermentasi, gas CO2 yang dihasilkan ragi lebih cepat terjadi pada monosakarida, khususnya glukosa. Mungkin dalam hal ini praktikan kurang teliti dalam melakukan penghitungan waktu sehingga terjadi kesalahan. Karna  monosakarida lebih reaktif dari disakarida ataupun polisakarida. Selain itu, Pati dan disakarida lainnya merupakan molekul yang relatif lebih besar dibandingkan dengan monosakarida sehingga kemampuan ragi untuk mencerna , mengubah pati tersebut menjadi etil alkohol dan karbon dioksida lebih banyak memerlukan energi dan waktu yang lebih lama.
Reaksi Peragian
Ragi + karbohidrat     ----Buffer fosfat--à  CO2
2.    Uji Benedict
                        Uji benedict, hasil uji positif ditunjukkan oleh fruktosa, glukosa, maltosa, dan laktosa, yang ditandai dengan warna merah sedangkan untuk karbohidrat jenis sukrosa dan amilum menunjukkan hasil negative yang di tandai dengan warna biru. Sekalipun aldosa atau ketosa berada dalam bentuk sikliknya, namun bentuk ini berada dalam kesetimbangannya dengan sejumlah kecil aldehida atau keton rantai terbuka, sehingga gugus aldehida atau keton ini dapat mereduksi berbagai macam reduktor, oleh karena itu, karbohidrat yang menunjukkan hasil reaksi positif dinamakan gula pereduksi. Pada sukrosa, walaupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa, namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat, sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka, hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi benedict. Pada pati, sekalipun terdapat glukosa rantai terbuka pada ujung rantai polimer, namun konsentrasinya sangatlah kecil, sehingga warna hasil reaksi tidak tampak oleh penglihatan.
Adapun reaksinya yaitu:
a.       Glukosa
         CH2OH                                                       CH2OH                  OH          O
   H                    O  H                                                 H                               C
 OH    OH          H OH     + 2 Cu2+ + 5 OH-          HO OH                    H            H    
        OH         OH                                                         H                      OH
                                                                       + 2 Cu2O  + 3 H2O
                                                                           Merah
b.      Fruktosa
    O                                                                    CH2OH                                                         
HOH2C                          CH2OH + 2 Cu2+ 5 OH-               H
                 H        OH                                                         HO    OH     OH    CH2OH
                HO         H                                                                 H          H
                                                                                   + 2 Cu2O  + 3 H2O
                                                                                        merah


c.       Laktosa
     CH2OH                        CH2OH                                    CH2OH
 H                       O     O                            O    OH                 HO                O  OH
OH  HO         H                 OH                 H     H                    H  OH         H   H  +     
       H             HO                 H               OH                                H          OH
                                                                                                      D-Galaktosa
          CH2OH                               CH2OH                               CH2OH                  
  H                      O   H                HO                  OH               H                    OH
HO   OH            H    OH          H        OH          H    COOH    HO   OH       H   COOH   
         H              HO                          H          OH                             H            OH
         D-Glukosa                   asam galaktonat                     asam glukonat
                                                                      + 2 Cu2O  + 3 H2O
                                                                           merah
d.      Sukrosa
       CH2OH                                           O
  H                           H     O                                CH2OH  + 2 Cu2+ 5 OH-          
OH   OH             H           HOH2C  OH      H        
        H               OH                        H           OH
                               Sukrosa

3.    Uji  Seliwanoff
Uji ini Pembentukan 4-hidroksimetil furfural ini terjadi pada reaksi antara fruktosa, sukrosa dan agar-agar yang di tambahkan dengan selliwanof. Fruktosa merupakan ketosa, dan sukrosa terbentuk atas glukosa dan fruktosa, sehingga reaksi dengan pereaksi selliwanof menghasilkan senyawa berwarna kuning. Reaksi ini mestinya tidak terjadi pada glukosa, galaktosa, maltosa dan laktosa, karena tersusun dari unit-unit glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4-a-glikosida, sedangkan laktosa tersusun darigalaktosa dan glukosa yang keduanya merupakan aldosa. Salah satu alasan yang menyebabkan terjadinya reaksi positif antara pereaksi selliwanof dengan pati dan laktosa adalah terkontaminasinya kedua karbohidrat ini oleh ketosa.






4.    Percobaan Mollisch
Hasil yang telahdi dapat dari  uji molisch menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji adalah karbohidrat. Pereaksi molisch membentuk warna merah yaitu pada larutan glukosa, galaktosa, amilum, laktosa, maltosa, dan menghasilkan warna ungu pada fruktosa dan sukrosa hal ini menunjukkan bahwa uji molish sangat spesifik untuk membuktikan adanya golongan monosakarida, disakarida dan polisakaida pada larutan karbohidrat.
Adapun persamaan reaksinya uji mollisch yaitu sebagai berikut:
a.       Glukosa                                                                              OH
   CH2OH                                                      HC     CH
H      H           O   H    + H2SO4                    C         C        CHO +    
OH   HO        H    OH                   HOH2C         O
         H        OH                          hidroksi metil furfural             α-naftol
                                                                                                   O
                                                       
                                                                  HC    CH
                                                                 C        C        CH2    O
                                                 HOH2C         O   
                                                         
                                                                                  HO3S                     SO3H
                                                                                              OH  
b.      Fruktosa
   O                                                                                         OH
            H                   CH2OH                         HC     CH
HOH2C   OH     H    H      + H2SO4               HC        C    CHO +
                H      OH                                              O
                                                                         Furfural                           α-naftol
                                                
                                                                                          OH
                               
                                                                  HC     CH
                                                                   C        C   CH2  O
                                                                        O
                                                                                   
                                                                             HO3S     OH          SO3H
                                                                                                                                                                                         
c.       Laktosa                                                                      OH
          CH2OH                                          HC    CH
  H      H           O   H  + H2SO4                C       C     CHO  +
HO     HO       H    OH             HOH2C        O
          H          OH                   hidroksi metil furfural                    α-naftol

                                                                                          OH


                                                      HC   CH
                                                       C     C    CH2O    O
                                      HOH2C       O


                                                                   HO3S                         
                                                                                  OH          SO3H
d.      Sukrosa
            CH2OH                                  HC       HC                        OH
    H    H         O   H   + H2SO4            C         C        CHO +
 HO    HO      H    OH          HOH2C        O
          H       OH                              hidroksi metil furfural                 α-naftol
                                                                                             O
                       
                                                          HC    CH
                                                             C       C       CH2    O
                                                                 O 


                                                                              HO3S                    SO3H
                                                                                         OH
5.    Percobaan Barfoed
Karbohidrat yang di tambah dengan Barfoed dan di tambah asam fosfomolibdat menghasilkan warna hijau. Dalam asam, polisakarida atau disakarida akan terhidrolisis parsial menjadi sebagian kecil monomernya. Hal inilah yang menjadi dasar untuk membedakan antara polisakarida, disakarida, dan monosakarida. Monomer gula dalam hal ini bereaksi dengan fosfomolibdat membentuk senyawa berwarna hijau. Dibanding dengan monosakarida, polisakarida yang terhidrolisis oleh asam mempunyai kadar monosakarida yang lebih kecil, sehingga intensitas warna hijau yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan larutan monosakarida.
Adapun reaksinya adalah:
                                 O                                      O
                                 ║            Cu2+ asetat         ║      
                           R—C—H  + ─────→  R—C—OH + Cu2O+ CH3COOH
                              n-glukosa                                            Endapan
                           monosakarida                                       merah bata
6.    Uji Osazon
Pembentukkan osazon pada uji osazon terlihat dengan adanya endapan yang terjadi pada agar-agar dan tidak terdapat pada glukosa dan fruktosa mungkin kami kurang teliti sehingga tidak terdapat endapan pada glukosa dan fruktosa. Endapan ini spesifik bagi setiap jenis karbohidrat, baik monosakarida, oligosakarida, maupun polisakarida.. Dari hasil pecobaan, dapat dinyatakan bahwa uji osazon digunakan untuk mengidentifikasi monosakarida, disakarida, dan sebagian polisakarida. Karbohidrat mempunyai penampang yang berbeda-beda, hal ini karena masing-masing bahan memiliki rantai hidrokarbon yang berbeda-beda pula, ada yang rantai hidrokarbonya lurus dan ada pula yang bercabang.
Reaksi pembentukan osazon adalah sebagai berikut:
Aldosa + fenilhidrazin      ——→    fenilhidrazon
Fenilhidrazon + 2 fenilhidrazin  ——→   Osazon + aniline + NH3 +H2O
Sukrosa tidak membentuk osazon.
Namun pada percobaan ini tidak di temukan ozazon karna mungkin kami kurang teliti selain itu mungkin tempat atau sampel telah terkontaminasi.
Reaksi yang seharusnya terjadi, yaitu:
a.       glukosa
           O                                                                      H
           C                                                            H       C    H
H        C     OH                                                 HO    C    H
HO     C     OH + H2N    NH                            HO   C    H + NH   NH 
H        C     OH                                                 H       C   OH
H        C                                                             H      C    OH
          CH2OH                                                        CH2OH
(D-Glukosa)                          
                                     
                                                
         H
          C    N   NH                                 H
         C   O                                              C      N    NH
HO    C   H + H2N   NH                        C      N    NH
H       C   OH                               HO   C     H
H       C   OH                                   H   C     OH
         CH2OH                                  H   C     OH
                                                        CH2OH
                                              (Glukosazon)


        H                                                                       H
         C   N   NH                                                        C   N   NH
        C   O                                                                  C    N   NH
HO  C    H + H2N   NH                                  HO   C    H
H     C   OH                                                        H   C   OH
H     C   OH                                                         H   C    OH
       CH2OH                                                       CH2OH
                                                                           Glukosazon

b.      Fruktosa
O                                                              H
              C   H                                                             C     OH
              C   O                                                              C    O
    HO     C    H + N2N     N                               HO  C     H + NH      NH
      H     C    OH                                                  H    C    OH
       H    C    OH                                                  H    C    OH
            CH2OH                                                       CH2OH

             H                                                                             H
              C    N   NH                                                             C     N     NH
             C    O                                                                       C     N     NH
HO      C      H + N2N + NH    NH                           HO    C     H
    H      C     OH                                                            H    C     OH
    H      C     OH                                                            H    C     OH
          CH2OH                                                              CH2OH
                                                                                  Fruktosazon
7.    Percobaan Iod
Hasil yang di peroleh Pada uji iod untuk sempel glukosa, maltose, sukrosa, laktosa, galaktosa, fruktosa, dan agar-agar tidak ada yang berhasil mungkin hal ini terjadi karna praktikan kurang bersih dalam melakukan pembersihan alat. Seharusnya pati lah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan iodium. Hal ini disebabkan karena dalam larutan pati, terdapat unit-unit glukosa yang membentuk rantai heliks karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya. Bentuk ini menyebabkan pati dapat membentuk kompleks dengan molekul iodium yang dapat masuk ke dalam spiralnya, sehingga menyebabkan warna biru tua pada kompleks tersebut.
8.    Hidrolisis Selulosa
Uji selanjutnya adalah uji selulosa yang dimana potongan kertas saring yang di tambah H2SO4 berwarna hitam dan dipanaskan tetap hitamsetelah itu di tambah air dan di tambah dengan benedict warnanya biru muda yang mana menandakan bahwa terdapatnya kandungan karbohidrat (selulosa) pada kertas tersebut. Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan. Selulosa tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, oleh karena tidak ada enzim untuk memecah selulosa. Meskipun tidak dapat dicerna, selulosa berfungsi sebagai sumber serat yang dapat memperbesar volume dari faeses, sehingga akan memperlancar defekasi.
9.    Hidrolisis amilum
Uji ini yang dimana sampel agar-agar di tambah dengan NHCl kemudian di panaskan dan di tambah larutan iodium menghasilkan warna kuning orange yang menandakan bahwa sampel mengandung karbohidrat. Amilum merupakan sumber enersi utama bagi orang dewasa di seluruh penduduk dunia, terutama di negara seclang berkembang oleh karena di konsumsi sebagai bahan makanan pokok. Disamping bahan pangan kaya akan amilumjuga mengandung protein, vitamin, serat dan beberapa zat gizi penting lainnya. Amilum merupakan karbohidrat dalam bentuk simpanan bagi tumbuh-tumbuhan dalam bentuk granul yang dijumpai pada umbi dan akarnya.
















BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.      Uji molisch digunakan untuk menentukan karbohidrat secara umum yaitu terdiri dari, monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
2.      Uji benedict yang mengandung aldehid dan keton ditunjukkan oleh fruktosa, glukosa, maltosa, dan laktosa, yang ditandai dengan warna merah.
3.      Uji barfoed digunakan untuk mengidentifikasi antara monoskarida, disakarida, dan polisakarida yang di tandai dengan warna yaitu hijau.
4.      Uji selliwanof digunakan untuk menentukan karbohidrat jenis ketosa dan yang termasuk ketosa adalah fruktosa dan sukrosa.
5.       Uji fermentasi yang menggunakan ragi dapat mencerna dan merubah karbohidrat menjadi etil alkohol dan gas karbondioksida.
6.      Uji osazon digunakan untuk mengamati perbedaan yang spesifik bagi tiap karbohidrat melalui penampang endapan yang dihasilkannya.
7.      Uji iod, hanya pati lah yang dapat membentuk senyawa kompleks berwarna biru dengan iodium,
8.      Hidrolisis amilum membuktikan adanya kandungan karbohidrat.
9.       Hidrolisis selulosa membuktikan adanya kandungan karbohidrat.
B.       Saran
1.      Diharapkan kerjasama antara praktikan sehingga praktikum berjalan dengan lancar.
2.      Diharapkan kepada asisten agar lebih intensif  mengontrol praktikan.
3.      Diharapkan kepada laboran agar menyediakan bahan yang bagus dan layak pakai.



DAFTAR PUSTAKA

Hala, Yusminah dan hartono. 2011. Penuntun Biokimia Umum. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM.
Hutugalung, Holomoan. 2004. Karbohidrat. Makassar, diakses rabu 21 Desember 2011.
Kuchel, Philip. 2006. Biokimia. Jakarta: Erlangga
Murray, Robert. 1999. Biokimia Harper. Jakarta: Buku Kedokteran.
Poedjiaji, Anna. 2009. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI.
Yazid, Estien. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar